Karena itu kehadiran Menhan hari ini bagi mereka adalah sebuah kehormatan yang teramat besar bahwa WNI asal Timor Timur tidak sendiri dan UNTAS tidak sendiri.
“Kehadiran Bapak Menhan ini menguatkan hati kami. Kesetiaan dan pengabdian orang tua kami benar-benar diperhatikan oleh negara. Bapak Menhan selalu hadir bersama-sama kami. Bahkan selagi masih muda, bersama-sama kami, berjalan bersama kami. Kebersamaan ini bukan hanya catatatan sejarah biasa melainkan hidup dalam hati kami,” ungkap Fernando.
Masih dalam sambutannya, Fernando sekali lagi menegaskan bahwa bagi mereka ini bukan soal membuka perdebatan tentang masa lalu, melainkan sudah menyangkut identitas dan konsistensi. Dan Indonesia adalah rumah besar yang dipilih secara sadar.
“Kami pilih dengan ditawar,”tegas Fernando.
Mereka mendeklarasikan sikap bahwa sampai kapanpun akan terus berdiri bersama dan merupakan bagian dari pemerintah Indonesia.
“Bagi saudara-saudaraku yang ada disini, ada ungkapan yang pas bagi kita, badai telah berlalu. Dibawah kepemimpinan Bapak Presiden, dan dengan kehadiran Bapak Menhan ini kami mau sampaikan bahwa, kita harus maju, pemerintah bekerja keras untuk kita semua,” tambah Fernando disambut tepuk tangan hampir seribu tokoh WNI asal Timor Timur yang tersebar di berbagai kabupaten di NTT.



Tinggalkan Balasan