Mereka mendeklarasikan sikap bahwa sampai kapanpun akan terus berdiri bersama dan merupakan bagian dari pemerintah Indonesia.

“Bagi saudara-saudaraku yang ada disini, ada ungkapan yang pas bagi kita, badai telah berlalu. Dibawah kepemimpinan Bapak Presiden, dan dengan kehadiran Bapak Menhan ini kami mau sampaikan bahwa, kita harus maju, pemerintah bekerja keras untuk kita semua,” tambah Fernando disambut tepuk tangan hampir seribu tokoh WNI asal Timor Timur yang tersebar di berbagai kabupaten di NTT.

Kebersamaan ini menurutnya bukan sekedar tempat tinggal tetapi tempat mereka melanjutkan pengabdian bagi bangsa Indonesia.

“Tadi malam kami dapat himbauan dari Pak (Mayjen TNI Purn) Zacky Makarim dan Pak Tono Suratman (mantan Danrem 164 Timor Timur) bahwa UNTAS jangan hanya jadi organisasi papan nama, harus kuat dan mengayomi seluruh masyarakat di Indonesia,” pungkasnya. 

Fernando juga atas nama seluruh masyarakat yang dinaungi UNTAS mengucapkan terimakasih kepada Pemprov NTT dan seluruh masyarakat NTT yang sejak tahun 1999 sudah menerima mereka dengan tangan terbuka dan hati yang lapang.

Untuk diketahui, UNTAS didirikan pada 30 Januari 1999 di Kupang, dideklarasikan oleh para tokoh seperti Abilio Soares, Dominggus Soares dan para  tokoh lainnya. UNTAS dihadirkan sebagai wadah yang menyatukan seluruh warga asal Timor Timur yang memilih bergabung dengan Indonesia.

Usai memberikan sambutan, Menteri Pertahanan RI, menyerahkan pataka UNTAS kepada Fernando sebagai bukti dukungaan negara terhadap organisasi dan pengurus yang baru.

Hadir dan menyaksikan moment penting itu, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakasad Letjen TNI Saleh Mustafa, Irjen Kemenhan Letjen TNI Rui Duarte, Kabaloghan Kemenhan Marsdya TNI Yusuf Jauhari, Kabacadnas Kemenhan Letjen TNI Gabriel Lema, Rektor Unhan RI Letjen TNI (Purn) Anton Nugroho serta para petinggi TNI dan Polri lainnya, seperti Danrem 161/Wira Sakti Kupang dan Kapolda NTT.

Hadir juga Gubernur NTT, Melki Laka Lena, Ketua DPRD NTT, Ny. Emilia Nomleni, anggota DPD RI, Paul Liyanto, serta para bupati seperti Bupati Kupang, Bupati TTS, Bupati TTU, wakil bupati Belu, walikota dan wakil walikota Kupang.  (boy/ab)