Selain isu kesehatan, Gubernur Melki juga menyoroti pentingnya ketahanan ekonomi keluarga melalui penguatan UMKM serta program unggulan daerah seperti One Village One Product (OVOP), One Community One Product (OCOP), One School One Product (OSOP), Gerakan Beli NTT, NTT Mart, dan Dapur Flobamorata.
Di bidang pendidikan, keluarga disebut sebagai fondasi utama pembentukan karakter dan masa depan anak.

Pemerintah Provinsi NTT pun mendorong berbagai program beasiswa dan bimbingan belajar agar anak-anak NTT dapat mengakses pendidikan berkualitas.

Lebih lanjut, Melki juga mengaitkan pesan Natal dengan kepedulian terhadap lingkungan. Ketergantungan masyarakat NTT pada alam membuat isu perubahan iklim dan kekeringan berdampak langsung pada ketahanan pangan keluarga.

“Pembangunan yang menyelamatkan keluarga adalah pembangunan yang hijau dan berkelanjutan, melindungi sumber air, dan memperkuat pertanian lahan kering,” ujarnya.

Perayaan Natal Nasional 2025, menurut Gubernur Melki, menjadi pengingat bahwa pembangunan harus bersifat humanis, hadir bersama keluarga-keluarga di wilayah pinggiran, dan menjawab kebutuhan nyata masyarakat, termasuk membebaskan anak-anak NTT dari ancaman stunting.