Gubernur Melki mempertanyakan langsung kondisi muatan barang di pelabuhan, termasuk stabilitas pengiriman serta kelengkapan data yang dilaporkan oleh penyedia jasa.

“Muatan ini stabil atau tidak? Barang apa saja yang masuk, dari mana asalnya, itu harus teridentifikasi dengan jelas. Semua pengiriman memang tercatat, tetapi detailnya belum sepenuhnya terbaca,” ujar Gubernur Melki.

Menurutnya, keterbukaan dan ketelitian data logistik menjadi kunci dalam pengendalian inflasi daerah. Dengan mengetahui rincian muatan secara detail, pemerintah dapat mengambil langkah antisipatif untuk mengatur distribusi, mencegah kelangkaan, serta menjaga stabilitas harga di pasar.

“Kalau kita tahu detail barangnya, maka kita bisa mengatur dengan lebih baik. Ini penting agar distribusi berjalan efisien dan harga tetap terkendali,” tegasnya. (ocp/ab)