“Kami berharap Natal dan Tahun Baru ini dapat berjalan aman, lancar, stok terjaga, harga terkendali, dan masyarakat bisa merayakan dengan penuh sukacita,” pungkas Gubernur.

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil NTT Arrahim K. Kanam melaporkan bahwa stok beras Bulog di seluruh wilayah NTT saat ini mencapai sekitar 10.540 ton, yang dinilai cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama kurang lebih tiga bulan ke depan.

“Bulog Kanwil NTT memiliki 10 cabang gudang yang tersebar di Atambua, Waingapu, Labuan Bajo, Ruteng, Ende, Maumere, Larantuka, hingga Kalabahi di Alor. Dengan stok saat ini, kebutuhan pangan masyarakat masih aman hingga tiga bulan ke depan,” jelas Arrahim.

Ia menjelaskan, berkurangnya stok di beberapa gudang disebabkan oleh penyaluran bantuan pangan beras yang sedang berjalan.

Namun Bulog telah mengajukan tambahan pasokan dari pusat sebanyak sekitar 22 ribu ton, dengan sekitar 10 ribu ton di antaranya direncanakan masuk ke Gudang Alak dalam waktu dekat.

“Jika tambahan stok ini masuk, maka kapasitas gudang kembali penuh dan posisi stok sangat aman untuk mendukung kebutuhan Natal dan Tahun Baru,” katanya.

Bulog juga terus menjaga stabilitas harga melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan 5 kilogram. Sepanjang tahun 2025, Bulog telah menyalurkan sekitar 32 ribu ton beras SPHP di seluruh wilayah NTT, termasuk melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).

“Harga beras SPHP saat ini berada di angka Rp56.500 per kemasan. Berdasarkan evaluasi Badan Pangan Nasional, harga pangan di NTT relatif stabil, dan kami terus berupaya menjaga kondisi ini selama Nataru,” tambah Arrahim.

Rombongan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) NTT selanjutnya bergerak ke Pelabuhan Peti Kemas Tenau, Kupang, untuk memastikan aktivitas jasa pengiriman serta keluar masuk barang berjalan lancar, terpantau secara detail, dan tetap terjangkau bagi masyarakat.

Dalam peninjauan di pelabuhan yang dikelola Pelindo, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menekankan pentingnya transparansi data logistik, terutama terkait jenis muatan, asal barang, dan stabilitas arus distribusi.