Ia pun mendorong perempuan, khususnya di NTT, agar terlibat aktif dalam pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, perempuan sejak dulu telah berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan, dunia pendidikan, hingga sektor kesehatan.

“Hari ini bukan soal menggeser peran siapa pun, tetapi memaknai Hari Ibu sebagai bagian dari gerakan perempuan untuk terlibat dalam seluruh proses pembangunan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Nomleni juga menyoroti pentingnya keterlibatan laki-laki dalam upaya menghentikan kekerasan terhadap perempuan. Ia menegaskan bahwa isu perempuan tidak dapat dipisahkan dari peran laki-laki.

“Kita harus berbicara juga tentang laki-laki, karena faktanya banyak kekerasan terhadap perempuan dilakukan oleh laki-laki. Kita mengajak seluruh laki-laki untuk menyadari bahwa perempuan adalah bagian dari dirinya, istri, anak perempuan, atau saudara perempuan,” katanya.

Dengan kesadaran tersebut, ia berharap kekerasan terhadap perempuan dapat diminimalisir.

Menutup pesannya, Emi Nomleni memberikan motivasi bagi perempuan-perempuan NTT agar terus maju dan berkembang.