Ia berharap pemerintah pusat segera mengambil keputusan, agar daerah dapat melakukan persiapan secara maksimal, baik dari sisi sumber daya manusia, pembiayaan, maupun infrastruktur pendukung lainnya.

Johni mengakui, NTT dan NTB masih membutuhkan dukungan pemerintah pusat untuk pembangunan fasilitas olahraga yang belum tersedia. Namun, pemerintah daerah berkomitmen memanfaatkan seluruh potensi yang ada di Pulau Timor, Flores, dan Sumba, sepanjang memenuhi persyaratan dari KONI Pusat atau PB PON.

“Kami siap memaparkan seluruh kesiapan NTT dan NTB, apabila sudah ada keputusan resmi atau undangan dari Kemenpora,” ujarnya.

Sebagai bagian dari persiapan, Johni mengungkapkan bahwa dirinya bersama jajaran telah bertemu dengan KONI Pusat dan melakukan studi tiru ke Jawa Barat, tuan rumah PON 2016.

Dari kegiatan tersebut, mereka mempelajari berbagai aspek penyelenggaraan PON, mulai dari organisasi, prestasi atlet, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Empat tujuan utama PON adalah sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses administrasi, dan sukses pemberdayaan ekonomi. Kami berharap PON 2028 di NTT–NTB nantinya juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (*)