Ambrosius Kodo juga menyampaikan, anak NTT mengkobtribusikan anak tidak sekolah 145 ribu. Salah satu penyebabnya adalah alasan ekonomi.
“Melki-Johni masuk di alasan ekonomi, untuk memberikan bantuan kepada 1.124 siswa kurang mampu berprestasi, sebesar Rp2,4 juta per siswa dari seluruh NTT. Bisa digunakan untuk transport dan kebutuhan pribadi siswa siswi,” ungkapnya.
Ia berharap, dengan bantuan yang diberikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTT bisa digunakan dengan baik. “Sehingga alasan mereka tidak bisa sekolah dengan alasan ekonomi bisa kita tuntaskan,” jelasnya.
Ambrosius Kodo menambahkan, program ini dilaksanakan mulai tahun ini, dan akan berlanjut pada tahun-tahun selanjutnya. “Ini program strategis Bapak Melki dan Bapak Johni, dan pasti kita akan kawal terus, supaya menekan anak putus sekolah bisa kita lakukan dengan hal-hal yang lebih konkrit,” pungkasnya. (*)



Tinggalkan Balasan