Tim juga menyarankan agregat ditutup terpal dan tidak ditumpuk terlalu lama. Metode kerja diarahkan, material yang didrop hari itu harus langsung diratakan dan dipadatkan pada hari yang sama.

Ruas Waikomo-Wulandoni sendiri dirancang sebagai jalur penyangga utama ekonomi Kota Lewoleba, menghubungkan wilayah tengah dengan pusat kota dan pelabuhan.

Kegagalan mutu pada ruas ini bukan hanya soal kerusakan fisik, tetapi berpotensi memicu efek berantai: terganggunya distribusi barang, naiknya biaya logistik, hingga menurunnya efisiensi ekonomi daerah.

Monitoring awal ini menegaskan satu pesan: proyek Jalan Inpres di Lembata tidak akan dibiarkan berjalan tanpa pengawasan.

Sejak kontrak baru diteken, pemerintah pusat sudah menaruh lampu sorot pada setiap detail pekerjaan. Publik kini menunggu, apakah seluruh catatan teknis ini benar-benar ditindaklanjuti di lapangan, atau kembali tenggelam bersama derasnya hujan di jalur tengah Pulau Lembata. (*/ab)