Sementara itu, Pejabat Pekerja Sosial UPT Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia Dinas Sosial Provinsi NTT, Filipus Nomleni, menjelaskan, para lansia di panti tersebut terus diberdayakan melalui berbagai kegiatan rutin.
“Setiap hari ada kegiatan pembinaan, mulai dari pembinaan rohani, konseling, perlindungan kesehatan, rekreasi, bimbingan sosial, hingga olahraga bersama seperti jalan santai dan senam lansia,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa, banyak lansia di panti memiliki keterampilan dan kreativitas yang terus didorong agar tetap aktif dan produktif.
“Atas nama Kepala UPTD, kami menyampaikan terima kasih kepada Plt Direktur Utama dan Plt Direktur Operasional Jamkrida NTT yang hari ini hadir mengunjungi opa dan oma. Mereka sangat menantikan kunjungan seperti ini, terlebih menjelang akhir tahun,” ungkap Nomleni.
Menurutnya, kunjungan dari berbagai pihak sangat berarti bagi para lansia karena dapat mengobati kerinduan mereka terhadap anak-anak dan keluarga di kampung halaman.
“Para opa dan oma sangat senang menyambut tamu yang datang, karena itu memberi kebahagiaan dan rasa diperhatikan,” pungkasnya.
Kunjungi Panti Asuhan
Selanjutnya pada hari kedua yakni Rabu (17/12/2025), Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan serta Karyawati PT. Jamkrida NTT (Perseroda) mengunjungi Panti Asuhan Bhakti Luhur dan Panti Asuhan Nurussa’adah.
Plt. Direktur Utama Jamkrida NTT Dr. Frits Fanggidae dalam sambutanya, menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pengelola panti asuhan yang dengan penuh dedikasi merawat anak-anak berkebutuhan khusus.
Hal tersebut disampaikannya saat kunjungan dan penyerahan bantuan di Panti Asuhan Bhakti Luhur.
Dr. Frits mengatakan, setelah melihat langsung aktivitas dan pelayanan yang dilakukan para suster bersama para pendamping di panti tersebut, ia merasa sangat salut.
Menurutnya, tidak semua orang memiliki kerelaan untuk mengorbankan waktu dan hidupnya demi mengurus anak-anak, terlebih anak-anak dengan kebutuhan khusus.
“Kami sungguh menghargai ini sebagai sebuah penghormatan kemanusiaan yang luar biasa. Tidak semua orang mampu melakukan hal seperti ini,” ujar Dr. Frits.







Tinggalkan Balasan