“Salah satu program unggulan saya adalah, bagaimana kita menghadirkan layanan pembayaran retribusi-retribusi di pasar secara digital. Ada aplikasi yang kita siapkan, ada item-item pembayaran disana silahkan dipilih mau bayar apa. Tentu setiap pedagang harus punya identitas digital sehingga kita tau siapa jual apa dan dimana, berkontrak dengan kita berapa lama, bayarnya berapa. Dengan layanan digital seperti ini, Pak Walikota pun bisa memantau real time pemasukan kita setiap hari,”tegas Stenly menambahkan, dengan strategi ini, dia menjamin akan mengurangi kebocoran-kebocoran dalam pembayaran retribusi. Bahkan dia menjamin, dengan penerapan E-retribusi (QRIS & e-ticketing) ini bisa menurunkan kebocoran hingga 40%.

Selain itu, dia juga menyentil soal kelayakan lapak dan berbagai fasilitas pasar yang harus segera dibenahi agar pengunjung bisa nyaman serta kebersihan pasar yang masuk dalam skala prioritas jangka pendek. Konseptor Kupang Green and Clean (KGC) penyumbang tiga Tropy Adipura ini menyebut, dia menghadirkan tata kelola sampah jangan oendek, menengah dan panjang. (sb/ab)