“Ini sesi paling puncak. Puji syukur karena kami berempat mengikuti sesi ini. Selanjutnya, kita serahkan ke pak walikota. Beliau sebagai pengguna, tentu memiliki konsep berpikir tentang tatakelola pasar yang profesional sehingga dari kami berempat ini, pasti ada yang satu frekwensi dengan beliau. Mari kita menanti sambil terus berdoa, yakin bahwa yang terbaiklah yang akan diputuskan,”tegas mantan Pemred Timor Express (Jawa Pos Group) ini.

Di akhir sesi wawancara, Stenly yang juga Waketum KADIN NTT ini menyerahkan makalah yang dipresentasikannya di depan Pansel kepada Walikota dr Chris Widodo. “Saya serahkan visi, misi dan program kerja saya kepada Pak Walikota sebagai bukti keseriusan saya membangun Perumda Pasar. Dan ini juga bisa dipakai oleh pemimpin baru jika bukan saya yang terpilih. Kita profesional, ide kita silahkan dipakai untuk kemajuan kota ini,”ungkapnya.

Adapun visi besar yang diusung pengurus Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) NTT dan juga APINDO NTT ini, adalah Pasar Naik Kelas. Stenly menghadirkan konsep tatakelola pelayanan pasar yang modern dimana manajemen harus berani menghadirkan pembayaran retribusi secara digital.