Ia menegaskan bahwa masalah tersebut bukan semata kesalahan anak-anak, melainkan tanggung jawab bersama orang tua, lingkungan, pemerintah, dan tokoh masyarakat.
“Ini alarm bagi kita semua. Bersama UCB, kita harus memastikan anak-anak dapat kembali beraktivitas dengan baik tanpa ancaman HIV/AIDS. Ini menjadi bagian dari upaya membina karakter dan moral generasi kita,” tegasnya.
Gubernur NTT berharap UCB terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun SDM berkualitas, mengembangkan desa, serta menjawab tantangan sosial-ekonomi di NTT. (*)
Halaman







Tinggalkan Balasan