Ia menekankan, budaya merupakan benteng dalam menghadapi perubahan zaman, terutama bagi generasi muda yang rentan terhadap pengaruh gaya hidup modern.
“Di dalam budaya ada pesan, nilai kebersamaan, spiritualitas, dan keselarasan dengan alam. Inilah dasar peradaban. Pemerintah Kota akan terus melakukan evaluasi melalui Dinas Pariwisata, untuk merancang festival yang lebih baik,” tegasnya.
Perwakilan tokoh masyarakat Lasiana, Dion Moi, turut menyampaikan harapannya agar potensi budaya dan wisata di wilayahnya, dapat dikelola lebih optimal dan berdampak langsung pada masyarakat kecil, khususnya pelaku UMKM.
“Lasiana adalah gudang adat dan budaya, tetapi angka kemiskinan masih tinggi. Kami berharap pemerintah membantu, agar keluarga yang menggantungkan hidup pada kegiatan ekonomi wisata juga bisa merasakan manfaat. Bahkan pemukul gong saja kini sudah tidak ada,” ujar Dion dengan nada haru.
Ia meminta agar Pemkot Kupang lebih memperhatikan keberlangsungan ekonomi warga lokal serta pelestarian tradisi yang mulai hilang.



Tinggalkan Balasan