“Ketika Republik ini baru berdiri, guru-guru dari NTT pergi mengabdi ke Papua, Sulawesi, hingga Jawa. Ini bukti bahwa sejak dulu guru di NTT adalah bagian dari perjuangan memajukan bangsa,” ujar Gubernur Melki.
Sebagai organisasi perjuangan, lanjutnya, PGRI juga menjadi ujung tombak dalam berbagai aspek pembangunan, baik di Indonesia maupun di NTT.
Hal ini, menurut Gubernur, menjadi sumber kebanggaan sekaligus tanggung jawab yang harus diteruskan oleh generasi guru masa kini.
“Guru adalah satu-satunya profesi yang mendapat gelar pahlawan tanpa tanda jasa. Ini bukan sekadar sebutan, melainkan penghargaan atas dedikasi dan pengabdian yang diwariskan sejak masa perjuangan,” katanya.
Di akhir sambutannya, Gubernur NTT menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh guru di NTT. “Atas nama pemerintah dan masyarakat Nusa Tenggara Timur, saya mengucapkan terima kasih yang tulus kepada seluruh guru. Terima kasih atas karya, dedikasi, loyalitas, dan pengabdian bagi masyarakat NTT,” tegasnya.
Ia juga berkomitmen, untuk memastikan para guru dapat bekerja dan mengajar dengan baik sesuai tugas dan tanggung jawabnya.



Tinggalkan Balasan