Ia menjelaskan, selama ini pihak Kelurahan Nunleu bersama warga, terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, dalam penanganan sampah.
Jonetha juga mengimbau masyarakat agar menjaga lingkungan, kebersihan, dan kesehatan terutama anak-anak dalam peralihan musim ini.
“Kalau lingkungan kita tidak bersih anak-anak kita akan sakit terkena gigitan nyamuk demam berdarah (DBD). Wabah muntaber bisa saja muncul. Jadi kita mulai menjaga kebersihan dari rumah tangga supaya lingkungan kita bersih dan anak kita sehat,” tegas Jonetha mengingatkan warganya.
Kelurahan Nunleu dilengkapi pula dengan empat posyandu. Jonetha menerangkan pihaknya kerap berkoordinasi perihal kesehatan anak seperti imunisasi atau stunting. Bidan, perawat dan dokter dari Puskesmas Bakunase juga sering turun langsung di Posyandu. Biasanya dilakukan sosialisasi tentang penyakit DBD dan penularannya, muntaber, Keluarga Berencana (KB), dan imunisasi anak.
Dari sisi pelestarian budaya, Jonetha menjelaskan, festival budaya yang dilaksanakan bulan September silam, menyajikan lima kegiatan yakni lomba tarian Foti laki-laki dan perempuan, tarian tradisional flobamora, fashion show anak-anak dan vokal grup lagu bernuansa Rote.



Tinggalkan Balasan