“Tidak semua bisa ikut karena kesibukan masing-masing. Anggaran dari pemerintah dan sumbangan warga kami optimalkan sesuai kemampuan,” ujarnya.
Ia berharap ke depan ada peningkatan dukungan anggaran agar kegiatan budaya bisa berlangsung lebih lama dan berdampak bagi UMKM.
“Kalau bisa tidak hanya satu atau dua hari, supaya pelaku UMKM juga bisa tumbuh,” harapnya.
Selain melestarikan budaya, warga Liliba juga mendukung penuh edaran Wali Kota Kupang terkait pembatasan jam pesta.
“Kami sudah turun langsung ke lapangan. Pesta dihentikan pukul 00.00 WITA. Sesuai edaran, pukul 22.00 WITA volume musik harus diturunkan. Kalau ada keluhan warga, pesta harus dihentikan,” tegas Viktor.
Ia menambahkan, kelurahan bersama aparat keamanan terus melakukan pengawasan agar aturan ditaati.

“Setiap tuan pesta wajib menandatangani surat pernyataan bermaterai bahwa acara selesai pukul 00.00 WITA. Jika melanggar, tuan pesta bertanggung jawab penuh,” tandasnya.
Melalui semangat kebersamaan, warga Liliba berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah kota, baik dalam menjaga budaya, lingkungan, maupun ketertiban sosial. (AGN/ADV)



Tinggalkan Balasan