Ia menyoroti tantangan utama di NTT, yaitu tingginya angka pengangguran, dan terbatasnya lapangan pekerjaan.

“Pemerintah membutuhkan HIPMI untuk membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan jumlah pengusaha muda di NTT. Dengan demikian, perputaran ekonomi akan semakin baik,” ujarnya.

Ikhsan juga berharap, HIPMI dapat berkolaborasi dengan pemerintah dalam berbagai sektor strategis seperti pertanian, peternakan, dan industri kreatif.

“Kami ingin HIPMI terlibat langsung dalam menggerakkan ekonomi sektor riil agar semangat kewirausahaan di NTT terus tumbuh,” terangnya.

Ketua Panitia Musda ke-14 BPD HIPMI NTT, Filmon Loasana, menyampaikan bahwa, kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dimulai dengan acara silaturahmi daerah bersama Gubernur NTT pada malam sebelumnya, dan dilanjutkan dengan agenda Musda serta pelantikan pengurus baru pada sore hari.

“Acara ini dapat terlaksana berkat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Harpee, Bank NTT, dan sejumlah sponsor lainnya. Tema Musda tahun ini adalah ‘Kolaborasi Bangun NTT Bersama Pengusaha Muda’,” ungkap Filmon.