Menutup sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena berharap Gedung Kebaktian Jemaat Lahairoi Oebifai menjadi pusat pertumbuhan rohani dan pelayanan bagi jemaat serta masyarakat sekitar.
Sebelumnya, peresmian gedung kebaktian ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie.
Dalam Suara Gembalanya, Pdt. Samuel Pandie mengangkat kisah penciptaan dalam Kitab Kejadian, di mana kata “baik” disebutkan sebanyak tujuh kali – menggambarkan kebaikan hakiki ciptaan Tuhan yang teratur dan saling melengkapi.
“Di momen Bulan Keluarga ini, umat diajak untuk saling melengkapi sebagai ciptaan Tuhan,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti meningkatnya keterlibatan anak muda dalam berbagai kasus sosial dan moral, serta pentingnya figur teladan dalam keluarga dan Gereja.
“Keluarga adalah pusat dan dasar dari segala hal, sementara Gereja harus menjadi rumah yang terbuka bagi semua orang. Kita bersyukur dalam kasih setia Tuhan yang terus memampukan Gereja untuk menjadi berkat,” ujar Ketua Sinode.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tantangan ke depan bagi Gereja adalah membangun generasi masa depan yang berkarakter, beriman, dan peduli terhadap sesama. Ia menambahkan, menyambut perayaan Bulan Lingkungan Hidup pada November mendatang, Ia mengajak seluruh jemaat GMIT untuk mendukung program penanaman 50 ribu anakan Asam dan Kopi di Pulau Semau dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
“Mari kita jaga bumi dan lingkungan kita sebagai bentuk ibadah kepada Tuhan. Selamat ulang tahun, dan selamat merayakan makna bergereja yang sejati dalam kebersamaan,” tutupnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah Provinsi NTT, Alexon Lumba, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Mahadin Sibarani, unsur Forkopimda Kabupaten Kupang, serta tokoh agama, tokoh perempuan dan tokoh pemuda. (Biro Adpim)







Tinggalkan Balasan