“Kita ingin agar festival ini menjadi momentum untuk mempromosikan keindahan alam, kuliner, dan produk-produk kreatif Flobamorata. Dunia harus tahu bahwa NTT tidak hanya kaya budaya, tapi juga punya potensi besar di bidang pariwisata dan ekonomi lokal,” ujar Melki pada kesempatan tersebut.
Berdasarkan informasi dari Ditjen Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kemenbud RI, IPACS dilaksanakan di Kupang sebagai bentuk diplomasi halus (soft diplomacy) Indonesia di kancah internasional.
IPACS 2025 juga hadir sebagai momentum strategis untuk memperkuat jejaring, mengembangkan inovasi, serta menegaskan kembali peran budaya dalam agenda pembangunan pasca-2030, demi ketahanan, aksi iklim, dan pelestarian warisan bagi generasi mendatang.
IPACS dilakukan dengan tujuan penguatan jejaring budaya, dialog dan apresiasi, implementasi Culture 2030 Goal, diplomasi inklusif regional, dan pemberdayaan berbasis komunitas.
Kegiatan dilaksanakan dengan prinsip penguatan hubungan antara Indonesia dan negara-negara Pasifik, pertukaran budaya yang setara dalam proses penciptaan budaya Pasifik, kesadaran akan urgensi perubahan iklim, menjaga pembangunan berkelanjutan, serta perwujudan pengaruh dan kepemimpinan Indonesia dalam dunia internasional.



Tinggalkan Balasan