Sementara itu, Gubernur NTT didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Mahidin Sibarani, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT, Frederik Koenunu, Inspektur Provinsi NTT, Stefanus Halla, serta Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Eldisius Angi.
“Teknisnya nanti kita bikin tim juga supaya kami bisa mempersiapkan semua. Nanti diatur dengan baik. Intinya, provinsi siap mendukung kegiatan ini dengan baik, tentu dengan kemampuan yang kami miliki. Kurang lebihnya nanti teman-teman Jakarta bantu support. Jika mengalami satu dua kendala, kami akan sampaikan ke pusat,” ujar Melki singkat.
Menurut Melki, IPACS merupakan momentum yang tepat untuk menegaskan posisi Nusa Tenggara Timur dan Indonesia di kancah nasional dan internasional.
Dalam kesempatan berbeda, ketika membuka kegiatan kemah Budaya Tahun 2025, pada Rabu (22/10/2025) lalu, Melki menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga cara NTT menunjukkan kesiapannya menjadi jendela peradaban Melanesia di Asia Pasifik.



Tinggalkan Balasan