Bobby menambahkan, beroperasinya PLTU Timor-1 juga diiringi dengan pelaksanaan berbagai program TJSL, seperti penanganan stunting, bantuan pembangunan gereja, peningkatan akses jalan menuju lokasi PLTU, serta program Desa Eco-Bahari yang digarap bersama Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Kupang.

Dalam sesi tanya jawab, para wartawan diberi kesempatan menelusuri sejumlah area operasional PLTU Timor-1 dan melihat langsung penerapan prosedur kerja di lapangan.

Wartawan Garda Indonesia, Roni Banase, mengapresiasi inisiatif PLN yang membuka akses bagi media untuk melihat langsung aktivitas di objek vital nasional tersebut.

“Senang bisa melihat secara langsung proses kerja yang dilakukan di PLTU sebagai pabrik untuk menghasilkan listrik yang bisa digunakan untuk semua masyarakat di Pulau Timor,” ujar Roni.

Ia juga menilai PLN telah menunjukkan keterbukaan informasi yang baik dengan melibatkan media dalam berbagai kegiatan dan pelaporan aktual pembangkit listrik, termasuk program CSR di NTT dan NTB.