Sementara PLTU Timor-1 menyuplai sekitar 100 MW, dan sisanya didukung oleh PLTU Bolok dan pembangkit listrik lainnya.

“Bahan bakar untuk PLTU Timor-1 sendiri adalah batu bara yang disuplay dari Kalimantan Timur,” jelasnya.

Asmar menyampaikan, PLTU Timor-1 merupakan bagian dari upaya PLN, dalam memperkuat infrastruktur kelistrikan di wilayah timur Indonesia. PLN Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 3 juga diberi mandat, untuk membangun jaringan kelistrikan di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan harapan dapat memperluas akses energi ke seluruh pelosok daerah.

Selain mengandalkan energi fosil, NTT juga memiliki potensi besar dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), seperti Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Flores dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Timor. “Potensi EBT ini sangat penting dalam rangka mewujudkan kemandirian energi di wilayah timur,” tambah Asmar.

Tak hanya fokus pada penyediaan energi, PLN melalui PLTU Timor-1 juga aktif melaksanakan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR).