Eks anggota DPR RI ini menegaskan, kebijakan ini akan menjadi model pembelajaran karakter, yang dimulai dari ruang keluarga, bukan hanya ruang kelas ataupun pendidikan formal.
“Melalui kebijakan ini, kita ingin menjadikan rumah sebagai sekolah pertama anak-anak dan orang tua dan keluarga sebagai guru utama,” ungkapnya.
“Kalau rumah tangguh, anak-anak tentu kuat dan cerdas. Dan kalau anak-anak kuat, masa depan dan kualitas SDM NTT akan lebih baik lagi,” pungkasnya. (rdt/ab)
Halaman



Tinggalkan Balasan