“Ini merupakan kebanggaan besar bagi kami. Dari seluruh provinsi, hanya enam yang dipilih, dan NTT salah satunya. Semoga hasil dari seminar ini bisa memperkuat kolaborasi antara PGRI pusat, daerah, dan pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.

Dr. Semuel juga menyampaikan bahwa, Prof. Unifah dijadwalkan akan melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Kupang, untuk melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi pendidikan di daerah.

Selanjutnya, mewakili Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan Rakyat, Adi Mandala, menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi NTT sangat terbuka terhadap setiap masukan dari PGRI demi kemajuan pendidikan.

“Selamat datang di NTT, selamat datang untuk mengasah harapan bersama,” ungkapnya.

Perwakilan dari Education International, organisasi pendidikan global yang juga hadir secara daring dalam acara ini, memberikan sorotan terhadap menurunnya minat terhadap profesi guru.

Ia menyampaikan keprihatinan bahwa semakin banyak guru yang mengundurkan diri, sementara kebutuhan akan guru-guru baru semakin meningkat.

“Di mana pun siswa tinggal, mereka berhak didampingi oleh guru berkualitas. Kami akan terus mendukung PGRI dalam perjuangan membangun sistem pendidikan publik yang menghargai dan memperkuat peran guru. Hidup guru, hidup solidaritas!” tegasnya.

Acara seminar juga diisi dengan sesi talkshow interaktif yang membahas isu-isu strategis pendidikan di daerah, dengan melibatkan para pemangku kepentingan dari berbagai lapisan.

Melalui kegiatan ini, PGRI NTT berharap dapat memperkuat sinergi antara organisasi profesi guru, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan pendidikan berkualitas dan inklusif bagi seluruh anak-anak di NTT. (*)