“Kami ingin ibu-ibu menjadi pelaku aktif, bukan hanya pengguna pasif. Mereka bisa menabung, mencatat keuangan, bahkan menjadi agen yang menularkan pengetahuan ini ke lingkungan sekitarnya,” ujar Jorsalino.
Melalui kegiatan ini, OJK bersama mitra berharap literasi keuangan tak berhenti di ruang seminar, melainkan tumbuh menjadi gerakan kecil di rumah-rumah warga TTU—dimulai dari tangan perempuan yang menjaga kestabilan ekonomi keluarga. (*/ab)
Halaman



Tinggalkan Balasan