Wakil Kepala OJK NTT, Polantoro, menjelaskan bahwa kegiatan di TTU merupakan bagian dari roadshow edukasi keuangan yang digelar di tiga kabupaten perbatasan: TTU, Malaka, dan Belu. Jika di TTU sasarannya adalah perempuan, maka di Malaka kegiatan akan difokuskan pada pemuda, sementara di Belu menyasar pelaku UMKM dan pekerja migran.

“Perempuan memiliki peran sentral dalam ekonomi rumah tangga. Ketika ibu melek keuangan, maka kesejahteraan keluarga ikut terangkat,” kata Polantoro.

Selama kegiatan, peserta mendapatkan materi beragam: mulai dari kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal, perencanaan keuangan keluarga, kondisi ekonomi dan sistem pembayaran dari Bank Indonesia, dasar-dasar investasi dari Bursa Efek Indonesia, hingga pengenalan produk keuangan rumah tangga dari Bank NTT.

Pimpinan Cabang Bank NTT Kefamenanu, Jorsalino Reynaldi Seran, menambahkan, edukasi ini juga menjadi kesempatan untuk memperluas akses layanan perbankan bagi perempuan. Lima agen Laku Pandai binaan Bank NTT bahkan ikut memperagakan simulasi pengelolaan keuangan dari rumah, sebagai model yang akan dikembangkan lebih luas ke desa-desa.