“Pemerintah daerah siap membantu penyelenggara untuk membangun ekosistem yang menopang keberlangsungan program ini. Kita ingin agar masyarakat menjadi pelaku utama, bukan sekadar penonton. Dengan cara itu, dampak positif program ini akan terasa lebih luas dan berkelanjutan,” tegas Gubernur.

Tenaga Ahli Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Florensio Mario, turut menekankan pentingnya sinkronisasi data antara pemerintah pusat dan daerah.

“Setiap anak berhak mendapat manfaat program ini, termasuk yang tinggal di daerah terpencil. Targetnya, titik SPPG sudah terdata bulan Oktober dan didirikan pada November, sehingga awal tahun depan program dapat dijalankan secara penuh,” jelas Florensio.

Rapat koordinasi ini diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga ahli, dan masyarakat, agar NTT mampu mengejar ketertinggalan dan menjadi contoh pelaksanaan Program MBG di kawasan timur Indonesia. (*/ab)