Langkah ini sekaligus menjawab persoalan gizi dan kemiskinan yang masih menjadi tantangan di tiga desa sekitar PLTP Ulumbu dengan angka stunting, yakni Desa Wewo 22,9%, Desa Lungar 18,4%, dan Desa Mocok 20,2%. Sementara, lebih dari 23 ribu jiwa atau 6,64% penduduk Manggarai juga masih hidup dalam kemiskinan tinggi.

Dampak positif program ini telah dirasakan langsung masyarakat. Pendapatan keluarga meningkat rata-rata Rp 550.000 per bulan, 72 keluarga mandiri pangan dari kebun sendiri, 28 keluarga menikmati air bersih, 54 keluarga memperoleh tambahan penghasilan, dan 83 warga membuka usaha tani baru. Evaluasi program mencatat kepuasan masyarakat mencapai 92,8 poin, dengan manfaat sosial dan ekonomi yang lebih dari empat kali lipat dibandingkan investasi program.

Keberhasilan di Manggarai kini diperluas ke wilayah lain. Program Desa Berdaya hortikultura sudah direplikasi di Desa Nubahaeraka, Kabupaten Lembata (ring 1 PLTP Atadei) dan mulai berjalan di PLTP Mataloko, Kabupaten Ngada.

General Manager PLN UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menyebut penghargaan ini sebagai motivasi sekaligus pengingat bahwa transisi energi harus memberi dampak bagi masyarakat.