Lebih dari sekadar tempat berdagang, selasar ini kelak diharapkan menjadi ruang komunitas, tempat ide-ide ekonomi kreatif bermunculan, dan di mana warga bisa bangga atas produk buatan tangan mereka sendiri.

Dan di balik setiap lapak yang kelak berdiri, tersimpan cerita tentang ketekunan, harapan, dan mimpi untuk masa depan yang lebih baik.

Membangun dari Pinggiran, Berkembang untuk Semua

Pembangunan selasar ini bukan hanya proyek fisik. Ia mencerminkan arah pembangunan yang berfokus pada pemberdayaan dan inklusivitas. Di tengah berbagai tantangan ekonomi, sinergi seperti ini menjadi oase: saat sektor perbankan dan pemerintah lokal benar-benar menaruh hati pada pelaku usaha kecil.

Dari sebuah selasar sederhana di Kefamenanu, barangkali akan lahir lebih banyak pengusaha lokal yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing. Dan dari situ pula, roda ekonomi TTU bisa terus berputar, bukan karena proyek besar, melainkan karena keberpihakan pada yang kecil. (*/ab)