Tak hanya akan dimanfaatkan setiap Sabtu sebagai ruang UMKM ala Car Free Day, selasar ini juga akan menjadi jalur yang nyaman bagi para ASN dan tamu yang lalu-lalang menuju kantor bupati di hari-hari kerja. Fungsi ganda inilah yang membuat bangunan sederhana itu mengandung makna besar: efisiensi, estetika, dan pemberdayaan.
Bagi Bank NTT, ini bukan sekadar urusan tanggung jawab sosial. Ini adalah bagian dari misi besar mereka sebagai bank milik daerah: hadir dalam denyut kehidupan masyarakat, terutama mereka yang berada di lapisan ekonomi bawah.
“Kami tidak hanya ingin menjadi lembaga keuangan, tetapi juga mitra pertumbuhan. UMKM adalah tulang punggung ekonomi, dan sudah menjadi komitmen kami untuk selalu berdiri bersama mereka,” ungkap Jorsalino Reynaldi Seran, Pjs. Kepala Cabang Bank NTT Kefamenanu.
Ia menyebut, kerja sama dengan Pemkab TTU tidak berhenti di proyek fisik ini. Program digitalisasi keuangan daerah, penggunaan transaksi nontunai, hingga literasi keuangan untuk pelaku usaha kecil juga menjadi bagian dari sinergi yang terus dibangun.



Tinggalkan Balasan