“Kami percaya bahwa literasi keuangan adalah hak setiap orang, bukan hanya milik mereka yang tinggal di kota besar. Dari anak-anak desa hingga pelaku UMKM di perbatasan, semua harus paham cara mengelola uang,” tegas Yohanis.
Menuju Indonesia Emas 2045, Dimulai dari NTT
Dalam bayang-bayang ambisi besar menuju Indonesia Emas 2045, peran institusi seperti Bank NTT menjadi sangat krusial. Mereka tidak hanya mendampingi pembangunan ekonomi lokal, tetapi juga menyiapkan generasi yang lebih siap secara finansial, lebih bijak dalam mengambil keputusan, dan lebih tahan terhadap godaan investasi bodong yang merajalela.
Nusa Tenggara Timur mungkin jauh dari Jakarta. Tapi semangat yang dibawa Bank NTT dalam memperjuangkan literasi keuangan, membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari mana saja – bahkan dari sebuah mobil literasi yang menyusuri jalan-jalan tanah di pedalaman Kupang. (*/ab)



Tinggalkan Balasan