“Ramai Skali”: Literasi dengan Sentuhan Budaya
Bulan Inklusi Keuangan setiap tahun juga menjadi panggung kreatif Bank NTT dalam menggelar program “Ramai Skali”. Mengusung semangat lokal, program ini menyasar generasi muda melalui pendekatan budaya dan edukasi yang menyenangkan. Musik, dialog interaktif, hingga permainan tradisional dikombinasikan dengan edukasi perbankan yang membumi.
Program ini tidak hanya menjelaskan apa itu rekening atau ATM, tetapi juga membuka cakrawala berpikir anak-anak muda tentang bagaimana mengelola keuangan pribadi, menghindari utang konsumtif, dan merancang masa depan.
Lebih dari Sekadar Bank
Prestasi di Financial Literacy Award 2025 bukanlah akhir dari perjalanan Bank NTT, melainkan penanda bahwa perjuangan mereka selama ini diperhatikan dan diapresiasi secara nasional.
Di tengah tantangan geografis yang sulit, dengan banyak daerah terpencil dan keterbatasan infrastruktur, Bank NTT menjelma menjadi lebih dari sekadar lembaga keuangan. Ia menjadi agen perubahan sosial membangun kebiasaan baik, membentuk pola pikir baru, dan menanamkan nilai-nilai tanggung jawab keuangan sejak dini.
“Kami percaya bahwa literasi keuangan adalah hak setiap orang, bukan hanya milik mereka yang tinggal di kota besar. Dari anak-anak desa hingga pelaku UMKM di perbatasan, semua harus paham cara mengelola uang,” tegas Yohanis.
Menuju Indonesia Emas 2045, Dimulai dari NTT
Dalam bayang-bayang ambisi besar menuju Indonesia Emas 2045, peran institusi seperti Bank NTT menjadi sangat krusial. Mereka tidak hanya mendampingi pembangunan ekonomi lokal, tetapi juga menyiapkan generasi yang lebih siap secara finansial, lebih bijak dalam mengambil keputusan, dan lebih tahan terhadap godaan investasi bodong yang merajalela.
Nusa Tenggara Timur mungkin jauh dari Jakarta. Tapi semangat yang dibawa Bank NTT dalam memperjuangkan literasi keuangan, membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari mana saja – bahkan dari sebuah mobil literasi yang menyusuri jalan-jalan tanah di pedalaman Kupang. (*/ab)







Tinggalkan Balasan