Sedangkan point classification (pengumpul point terbanyak) pada etape 9 dan berhak mendapat jersy hijau dan uang tunai Rp 3 juta diserahkan oleh Kadis Pora NTT dan Kepala Kantor Cabang Bank NTT.

Sedangkan juara umum klasemenĀ  sementaara (General Classification) masih dipertahankan oleh LouisĀ  Buffin, pemilik nomor punggung 72 dan berhak memakai jersy kuning dan uang tunai Rp 5.000.000 diserahkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Manggarai dalam acara yang gegap gempita di halaman kantor Bupati Manggarai, Ruteng.

Etape 9 hari ini melintasi rute yang cukup menantang mulai dari tikungan tajam berkelok-kelok Bajawa-Aimere hingga tanjakan Borong (64 Mdpl) menuju Ranamese dengan ketinggian titik puncak mencapai 1.336 Mdpl. dengan jarak tempuh 135 kilometer. 

Pada etape ini 30 kilometer  tanjakan  di Golo Moko , Manggarai Timur  menjadi tanjakan King of Mountain (KOM) yang melelahkan para pembalap. Namun semua diselesaikan dengan baik tanpa insiden yang luar biasa hingga finish di halaman kantor Bupati Manggarai.  

Sejak star di depan Taman Kartini pukul 09.00 Wita yang dilepas oleh Bupati Ngada, Raymundus Bena, para pembalap tancap gas dan kurang lebih 4 kilometer setelah semua pembalap masuk dalam peloton dilakukan realstar. 

Sepanjang jalan, para pembalap kejar-kejaran baik secara tim dalam pelonton maupun personal. Sama seperti etape 1-7 di Timor dan Sumba, masyarakat antusias menyaksikan laga bergengsi lomba balap sepeda bertaraf internasional Tour de EnTeTe di sisi kiri dan kanan jalan memberikan suport dengan teriakan, lambaian tangan, lambaian bendera merah putih.

Selain mensuport, warga juga memburu konten dengan video dan foto, siaran langsung baik facebook, tiktok, istagram (IG) dan lainnya. Sejak etape 1 hingga 9, hari ini, balap sepeda internasional Tour de EnTeTe viral di media sosial dengan berbagai konten baik amatiran maupun kreator profesional. 

Gubernur NTT, Melki Laka Lena di Sumba Barat Daya dan Ende, menekankan lomba balap sepeda Tour de EnTeTe tidak hanya sport (olahraga) tapi juga entertain (menghibur). Hal ini terbukti, sepanjang jalan yang menjadi lintasan balap, masyarakat antusias menyambut dan menonton dengan penuh suka cita.