“Garam kita terbaik karena kandungan NaCl mendekati kualitas impor. Dengan dukungan Bapak Gubernur, hari ini Saltera bisa menembus pasar modern di Jakarta di bawah Perumda Pasar Jaya,” jelas Daniel.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan apresiasi kepada industri garam NTT yang semakin berkembang. Ia menekankan pentingnya pengelolaan serius, termasuk kelengkapan izin BPOM yang kini telah dikantongi merek Saltera sejak Juni 2025.

“Hari ini kita memulai langkah baik. Jika pengusaha untung, masyarakat pun ikut sejahtera, dan pemerintah mendapat PAD. Saya percaya Tuhan akan terus membuka jalan bagi usaha ini,” ungkap Gubernur.

Ia juga mengingatkan agar harga garam dikelola bijak sehingga memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Gubernur menegaskan, nama Saltera dan PT. Garam Cahaya sejalan dengan visinya menjadikan NTT sebagai Provinsi Garam dan Terang sentra garam sekaligus pengembangan energi baru terbarukan. (Biro Adpim/ab)