Waikabubak, KN– Menutup rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Sumba Barat, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melkiades Laka Lena, menggelar dialog bersama jajaran UPTD Pendapatan Daerah Wilayah Sumba Barat di Kantor Samsat Sumba Barat pada Minggu (14/9/2025) malam.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Melki memberikan apresiasi atas capaian realisasi pendapatan yang diraih, namun menekankan pentingnya strategi yang lebih efektif untuk menjangkau wajib pajak.

“Saya mengharapkan adanya peningkatan koordinasi lintas sektor hingga ke tingkat desa, serta sinergi antar pemangku kepentingan, khususnya dalam pengelolaan kawasan hutan dan aset-aset pemerintah. Hal ini penting untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Gubernur Melki.

Dialog ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Sumba Barat, Thimotius Tede Ragga, serta Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD) Provinsi NTT, Alexon Lumba.

Kepala BPAD, Alexon Lumba, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi ajang motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus berinovasi dan mencapai target yang telah ditetapkan.

“Dialog ini diharapkan dapat memberikan semangat baru dalam mengejar target yang telah ditentukan, demi mendukung peningkatan PAD secara berkelanjutan,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Thimotius Tede Ragga menyampaikan bahwa pencapaian saat ini sudah cukup baik, dan pemerintah daerah berkomitmen untuk terus meningkatkan optimalisasi pemanfaatan aset-aset daerah.

“Realisasi dari target sudah berjalan dengan baik. Ke depan kita akan lebih fokus pada peningkatan pengelolaan aset pemerintah daerah,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pendapatan Daerah Kabupaten Sumba Barat, Christo Jogo Ja, memaparkan sejumlah program yang tengah dijalankan untuk mendukung peningkatan PAD.

“Beberapa langkah strategis telah kami lakukan, di antaranya intensifikasi penagihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), pelayanan Samsat Pas, penindakan tilang bersama Bapenda dan aparat desa atau kelurahan, serta pemanfaatan media sosial seperti WhatsApp Broadcast untuk pengingat jatuh tempo pajak kendaraan,” jelasnya.

Christo juga menambahkan bahwa pihaknya telah memberikan imbauan kepada showroom dan penjual kendaraan untuk segera melakukan mutasi kendaraan agar data kendaraan lebih akurat.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan rencana pembukaan loket pembayaran PKB di Mall Pelayanan Publik Sumba Barat sebagai upaya mempermudah akses pembayaran pajak. Selain itu, akan dilakukan kerja sama dengan manajemen hotel untuk mendorong karyawan agar taat membayar pajak kendaraan mereka.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Pemerintah Provinsi NTT berharap sinergi antara berbagai pihak dapat terus diperkuat demi mendongkrak pendapatan daerah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Titip Pesan Sinergi untuk Sumba Barat

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Melki Laka Lena dalam sambutannya mengaku berbangga atas pertumbuhan sektor pariwisata dan layanan kesehatan yang berjalan sangat baik di Kabupaten Sumba Barat.

“Disamping itu, tugas bersama kita adalah mendukung suksesnya penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dicanangkan oleh Presiden dan Wakil Presiden RI,” jelas Gubernur.

Ia melanjutkan, CKG bukan hanya diurus Dinas Kesehatan, CKG adalah program gratis yang kita manfaatkan secara optimal. “Jadi sekali lagi saya harapkan adanya sinergi dari pengurus Puskesmas, bersama Para Camat, Lurah hingga RT dan RW untuk berpartisipasi pada program ini,” tambahnya.

Ia turut menegaskan pentingnya mengaktifkan Siskamling di tingkat RT/RW untuk menjaga keamanan lingkungan.

“Sebelumnya saya telah meninjau salah satu Pos Kamling di Kelurahan Liliba, Kota Kupang yang telah eksis selama empat tahun terakhir. Namun fungsinya bukan sekadar tempat ronda malam, tetapi turut menjadi contoh nyata gotong royong dan solidaritas  antar warga, sehingga harapannya pengaktifan Pos Siskamling dapat diikuti oleh seluruh Kabupaten/Kota di NTT,” ungkap Gubernur Melki Laka Lena.

Selanjutnya, Gubernur turut menyampaikan rencana pelaksanaan Program Bedah Rumah sebagai bagian dari pembangunan daerah. Disamping itu, Ia mengharapkan agar Kabupaten Sumba Barat  dapat mengembangkan potensi lokal menjadi produk-produk berkualitas.

“Setiap kabupaten/kota harus memiliki etalase produk unggulan dan kuliner khas. Pemerintah Provinsi NTT telah mencanangkan NTT Mart untuk memasarkan berbagai produk desa, dengan konsep One Village One Product (OVOP) yang hingga kini telah berkembang menjadi One Community One Product,” ucapnya.

Sebelumnya, Bupati Sumba Barat dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gubernur di Kabupaten Sumba Barat.

“Kehadiran Gubernur hari ini menjadi semangat bagi kami dan menjadi langkah dalam percepatan pembangunan di Sumba Barat,” ucapnya.

Untuk diketahui, pada kesempatan ini turut dilaksanakan penyerahan secara simbolis Kartu BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan dan Santunan Duka kepada perwakilan keluarga penerima manfaat. (*/ab)