Ia menegaskan bahwa pendekatan profesional diharapkan mampu meningkatkan kinerja dan kontribusi Bank NTT bagi pembangunan daerah. “Lebih baik kita kasi kepada perbankan dan ekonom saja yang urus Bank NTT, nanti kami ambil di deviden,” tegasnya.

Semangat baru Gubernur Melki Lak Lena bersama para pemegang saham lainnya memang patut diapresiasi. Mereka menginginkan pengelolaan Bank NTT yang lebih profesional, jauh dari kepentingan-kepentingan pribadi maupun golongan.

Menurut informasi yang diterima media ini, sudah dua calon Komisaris Bank NTT yang telah melalui tahap fit and proper test yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mereka berasal dari latar belakang profesional perbankan nasional, akademisi, dan internal Bank NTT sendiri.

Komite Remunerasi Nasional (KRN) Bank NTT Frans Gana menyampaikan, semua nama-nama para calon direksi maupun komisaris sudah diajukan sejak bulan Juni 2025 lalu.

“Semua sudah diajukan. Secara aturan, pertengahan bulan Agustus nanti sudah dilakukan fit and proper test. Kita tunggu saja,” jelas Frans Gana, Kamis 31 Juli 2025.