Ia menegaskan bahwa pendekatan profesional diharapkan mampu meningkatkan kinerja dan kontribusi Bank NTT bagi pembangunan daerah. “Lebih baik kita kasi kepada perbankan dan ekonom saja yang urus Bank NTT, nanti kami ambil di deviden,” tegasnya.
Semangat baru Gubernur Melki Lak Lena bersama para pemegang saham lainnya memang patut diapresiasi. Mereka menginginkan pengelolaan Bank NTT yang lebih profesional, jauh dari kepentingan-kepentingan pribadi maupun golongan.
Menurut informasi yang diterima media ini, sudah dua calon Komisaris Bank NTT yang telah melalui tahap fit and proper test yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mereka berasal dari latar belakang profesional perbankan nasional, akademisi, dan internal Bank NTT sendiri.
Komite Remunerasi Nasional (KRN) Bank NTT Frans Gana menyampaikan, semua nama-nama para calon direksi maupun komisaris sudah diajukan sejak bulan Juni 2025 lalu.
“Semua sudah diajukan. Secara aturan, pertengahan bulan Agustus nanti sudah dilakukan fit and proper test. Kita tunggu saja,” jelas Frans Gana, Kamis 31 Juli 2025.
Frans Gana menegaskan, Yohanis Landu Praing yang saat ini menjabat Plt Direktur Utama Bank NTT, diusulkan untuk mengisi jabatan Direktur Utama. Sedangkan Rahmat Boby Saleh, kata dia, diusulkan menjadi calon Direktur Umum dan SDM Bank NTT. Keputusan itu sudah disepakati dalam RUPS. “Pak Rahmat diusulkan sebagai calon Direktur Umum dan SDM,” tegasnya.
Masa jabatan direksi baru ini akan berlaku untuk periode 2025–2029, periode yang dinilai krusial untuk transformasi digital dan ekspansi layanan Bank NTT, di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat.
Masyarakat kini menunggu, bukan hanya nama, tetapi juga arah baru yang akan dibawa oleh kepemimpinan Bank NTT yang baru ke depan. Utamanya adalah, Bank NTT harus solid dan bersatu untuk mengeksekusi visi besar Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma di bidang perekonomian masyarakat. (*)







Tinggalkan Balasan