Gubernur Melki juga memaparkan keindahan alam dan budaya tiga pulau yang menjadi lintasan balap, dari gunung dan laut di Timor, sabana emas di Sumba, hingga kekayaan budaya di Flores.
“Tur ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga sebuah perjalanan yang mempertemukan budaya dan alam dengan segala keindahan dan magisnya,” kata Melki.
Ia turut mengapresiasi seluruh sponsor, mitra, komunitas lokal, dan pihak terkait yang telah berkolaborasi sehingga acara ini dapat terselenggara dengan baik. “Tanpa kerja sama lintas sektor, kegiatan ini tidak mungkin terlaksana,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Gubernur Melki berharap Tour De EnTeTe tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dapat memperkenalkan NTT sebagai rumah kedua, bagi para peserta dari seluruh dunia.
“Mari nikmati malam ini sebagai malam persaudaraan, penuh harapan dan semangat meraih mimpi,” pungkasnya. (*)







Tinggalkan Balasan