“Kegiatan ini menjadi wadah strategis membahas secara komprehensif potensi, tantangan, dan langkah strategis yang dapat ditempuh bersama oleh pemerintah, pihak gereja, pengembang panas bumi, lembaga masyarakat, serta kalangan akademisi dan mahasiswa. Tujuan utamanya adalah membangun sinergi yang kokoh dalam pengembangan energi panas bumi di Pulau Flores, demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ungkap Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma yang hadir secara langsung di Aula Rektorat Lt. 3 Undana.

Wagub Johni juga menyampaikan Energi Panas Bumi sebagai Energi Baru Terbarukan (EBT) yang memiliki keunggulan dibanding energi-energi lainnya.

“Energi panas bumi merupakan salah satu sumber Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang memiliki keunggulan dari segi efisiensi ekonomi dan kestabilan pasokan dibandingkan dengan sumber EBT lainnya, seperti tenaga air, angin, maupun surya.

Sebagai energi hijau, pemanfaatan panas bumi menjadi solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil, meningkatkan porsi bauran energi nasional, serta mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE),” ucapnya.

Lebih lanjut Wagub Johni menyampaikan beberapa tantangan dalam pengembangan Panas Bumi di Pulau Flores diantaranya :
1. Tingkat pemahaman masyarakat yang belum menyeluruh mengenai manfaat dan dampak pengembangan panas bumi;

2. Pelaksanaan proyek yang memerlukan peningkatan kepatuhan terhadap ketentuan teknis, standar lingkungan serta pelibatan/partisipasi masyarakat lokal, serta;
3. Munculnya informasi yang kurang tepat atau tidak lengkap, yang berpotensi menimbulkan keraguan dan ketidakpercayaan di tengah masyarakat.

Wagub Johni berharap agar diskusi ini mampu menjawab isu-isu permasalahan pengelolaan geothermal yang saat ini terjadi.

“Melalui diskusi publik ini, kita berharap dapat menemukan solusi bersama agar tata kelola pengembangan panas bumi ke depan semakin baik, transparan, sesuai regulasi serta memperhatikan aspek sosial, budaya dan ekologis, sehingga dapat diterima oleh semua pihak,” harapnya. (*)