Ia juga menyoroti sejumlah daerah terdampak bencana besar, seperti erupsi Gunung Sinabung, yang masih memiliki pekerjaan rumah dalam penyediaan infrastruktur.

Sebab, lanjut Suharyanto, peraturan yang ada di lembaganya ihwal rehabilitasi-rekonstruksi bencana hanya untuk kurang waktu tiga tahun terakhir.

“Nah ternyata ada bencana-bencana yang sudah lewat dari tiga tahun, tetapi masih ada hal-hal yang belum tuntas. Inilah yang kita bahas, supaya ada payung hukum dan setelah rapat tingkat menteri, kekurangan itu akan didukung melalui Kementerian Keuangan dalam bentuk hibah kepada pemerintah daerah,” pungkasnya.

Gubernur NTT Melki Laka Lena yang hadir pada kesempatan tersebut, mendukung penuh proses penanganan yang sedang berlangsung.

“Sejauh ini, kami mencermati bahwa seluruh persiapan penanganan erupsi Gunung Lewotobi berjalan dengan baik, terutama dengan dukungan kuat dari pemerintah pusat melalui BNPB dan Kementerian Sosial,” kata Melki Laka Lena.

Politisi Partai Golkar ini juga meminta Kemendikdasmen, untuk mendukung percepatan pembangunan sekolah-sekolah yang rusak dan Kemenkes untuk membangun puskesmas yang rusak di daerah perbatasan di Kabupaten Sikka dan Flores Timur.