Lebih lanjut, ia menyebut para penerima penghargaan sebagai birokrat matang, berpengalaman, dan pantas menjadi panutan bagi generasi ASN muda serta CPNS yang sedang meniti karier.

Gubernur Melki juga menekankan pentingnya peran ASN dalam menghadapi tantangan birokrasi yang semakin kompleks di tengah kemajuan teknologi informasi. Menurutnya, ASN masa kini harus tidak hanya mengandalkan disiplin dan loyalitas, tetapi juga inovasi, kreativitas, integritas, serta kemampuan berkolaborasi.

“Dengan masa pengabdian yang panjang, saya yakin Anda semua telah memahami siklus birokrasi, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga pengawasan dan evaluasi,” tambahnya.

Gubernur juga menegaskan bahwa ASN harus menjadi problem solver, bukan problem maker di lingkungan kerja masing-masing. Ia meyakini, dengan aparatur yang disiplin dan kompeten, berbagai program prioritas pemerintah daerah dapat terwujud secara optimal.

Salah satu program yang disorot adalah pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2,8 triliun pada tahun 2026, serta implementasi Program One Village/Community One Product (OVOP/OMOP) dan Gerakan Beli NTT.