Dalam kirab tersebut, peserta menampilkan berbagai kekayaan budaya seperti kain tenun, musik tradisional, tarian adat, kuliner khas, hingga upacara adat yang mencerminkan identitas lokal dari 22 kabupaten/kota di NTT.
Menurut Melki, warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat NTT merupakan anugerah tak ternilai yang harus terus dijaga. Ia pun berharap, melalui kegiatan ini, kekuatan kebhinekaan dapat terus dipererat dan menjadi sumber harmoni serta kebanggaan bersama.
“Kirab budaya ini adalah bagian dari kita ingin menegaskan peran kelompok adat budaya yang harus diberikan ruang dalam merayakan hari kemerdekaan,” ucapnya.
Melalui Kirab Budaya, Gubernur Laka Lena juga mendorong pemanfaatan potensi budaya sebagai penggerak ekonomi kreatif, peningkatan UMKM, serta daya tarik wisata yang berdaya saing nasional hingga internasional. Ia menegaskan komitmennya bersama Wakil Gubernur Johanis Asadoma bahwa pembangunan NTT ke depan akan menjadikan kebudayaan sebagai pilar utama.
“Kekayaan budaya kita ini luar biasa. Dan kami pastikan, kebudayaan akan menjadi bagian dari pembangunan NTT ke depan,” tegasnya.



Tinggalkan Balasan