Ia juga menaruh harapan besar agar program seperti ini tidak hanya berhenti pada usahanya, tetapi bisa menyentuh lebih banyak pelaku UMKM di pelosok Alor.
“Banyak teman-teman lain juga punya usaha bagus. Mereka butuh didampingi seperti saya. Supaya kita sama-sama maju, dan ekonomi orang Alor bisa bangkit dari bawah,” ungkapnya.
Lebih dari Sekadar Tahu dan Tempe
Tahu dan tempe bagi sebagian orang mungkin hanya makanan sederhana. Tapi bagi Imanuel Maaf, dua bahan ini adalah simbol perjuangan, harapan, dan pengakuan. Di balik potongan tahu yang lembut dan tempe yang padat itu, tersimpan cerita tentang mimpi yang diwujudkan tanpa ijazah tinggi, tapi dengan kerja keras, kepercayaan, dan dukungan dari banyak pihak.
Usaha Tahu Tempe Beldang bukan hanya soal makanan, tapi juga bukti bahwa perubahan nyata bisa dimulai dari dapur kecil—asal ada keberanian untuk melangkah, dan ada tangan yang siap membantu. (*/ab)



Tinggalkan Balasan