Di luar angka, peluncuran di Sikka memperlihatkan dua hal: hadirnya negara di tengah kelompok yang kerap luput dari perlindungan, sekaligus uji coba komitmen NTT menjaga kesinambungan program jaminan sosial.

Sylvia menyebut tahun depan program ini tetap berlanjut. Dalam KUAPPAS 2026, Pemprov NTT sudah mengalokasikan Rp 10,3 miliar. “Kami berkoordinasi dengan BPK agar pemanfaatan dana benar-benar aman,” katanya.

Di tengah keterbatasan fiskal, janji itu terdengar seperti harapan yang dipertaruhkan. (*/ab)