Wamendikdasmen Atip mengatakan ada tiga kategori sekolah yang layak masuk daftar revitalisasi, yakni kategori rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat.
Selain revitalisasi sejumlah sekolah, kata dia, pemerintah pusat juga dari anggaran tersebut membangun dua sekolah baru di NTT guna peningkatan pendidikan di provinsi berbasis kepulauan itu.
Sementara yang menjadi program dari Kemendikdasmen adalah digitalisasi pendidikan di Indonesia. Selain AstaCita di sektor pendidikan, kata dia, pemerintah juga memperhatikan kesejahteraan para guru.
Rapat Koordinasi ini dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara RI, Wakil Gubernur NTT, para pejabat yang mewakili dari kementerian/Lembaga terkait, Ketua DPRD Provinsi NTT, Jajaran Forkompinda Provinsi NTT, Sekretaris Daerah Provinsi NTT, para staf ahli Gubernur, para asisten Sekda Provinsi NTT, Para Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, Walikota Kupang dan para Bupati / Wakil Bupati se-NTT, Para Sekretaris Daerah/Asisten se-NTT, para Pimpinan Perangkat Daerah terkait Kabupaten/Kota se-NTT, Insan Pers dan Media Massa.
Turut hadir secara daring, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi G. Sadikin, Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/Kepala BP2MI RI, Abdul Kadir Kading.
Rapat Koordinasi ini membahas berbagai agenda penting yang menghadirkan narasumber dari berbagai Kementerian/Lembaga terkait. Adapun agenda yang dibahas meliputi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, Percepatan Implementasi DAK Spesifik Grand untuk peningkatan Kualitas Pendidikan di Provinsi NTT, Strategi Penanganan Pekerja Migran Indonesia di Provinsi NTT, Implementasi Program Pembangunan 3 Juta Rumah di NTT, Skenario Perencanaan Pembangunan Nasional Tahun 2026, Strategi Pengembangan UMKM di Provinsi NTT untuk Indonesia, Implementasi Program Penanganan Stunting, Cek Kesehatan Gratis dan Peningkatan Kualitas Kesehatan di Provinsi NTT.



Tinggalkan Balasan