Kupang, KN– Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, terus mengintensifkan upaya untuk mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Menurutnya, NTT siap menampung program-program pusat yang gagal terlaksana di daerah lain, untuk dipindahkan ke NTT.

“Saya kemarin bertemu sejumlah orang di Jakarta, dan kalau masih ada proyek yang bisa dikerjakan di sisa tahun ini, kita ambil saja. Jangan ditolak. Bahkan kalau perlu dijadikan proyek multiyears (tahun jamak), kami siap,” ujar Gubernur Melki di Aula Fernandez, Kantor Gubernur, Jumat (1/8/2025).

Politisi Partai Golkar itu menyebut, pihaknya terus membangun komunikasi dengan kementerian dan lembaga pusat. Hal ini dilakukan guna membuka peluang bagi NTT, untuk mengambil alih program-program nasional yang belum terlaksana di provinsi lain.

Terbaru, Gubernur NTT Melki Laka Lena berhasil melobi dan menggeser anggaran untuk program cetak sawah seluas 3.600 hektar ke NTT. Program ini sebelumnya, dialokasikan untuk salah satu daerah di Kalimanatan seluas 4.000 hektar. Namun daerah tersebut hanya mampu melaksanakan program tersebut sekitar 400 hektar, sehingga 3.600 berhasil digeser ke NTT.

“Kami pernah kekurangan anggaran, tapi kemudian dapat ratusan miliar setelah berhasil geser dana dari salah satu daerah di Kalimantan. Itu bukti bahwa NTT bisa jadi tempat realisasi anggaran yang sebelumnya gagal di daerah lain,” jelasnya.

Gubernur Melki menegaskan, pemerintah Provinsi NTT saat ini fokus pada beberapa sektor diantaranya pertanian, infrastruktur sungai, dan jembatan. Bersama balai-balai yang ada di NTT, pihaknya sedang bergerak cepat untuk mengejar dana dari pusat.

“Sekarang ini waktu krusial, karena kementerian dan lembaga pusat seperti PUPR sedang menyelesaikan target anggaran tahun ini. Pergeseran lokus program sangat memungkinkan, dan kami buru semua kesempatan itu,” katanya.

Gubernur Melki juga meminta agar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendapat proyek di NTT melibatkan kontraktor lokal dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan. Hal ini dinilainya penting untuk memastikan pemberdayaan pengusaha daerah dalam proyek-proyek nasional.

“Kita ikuti aturan main dari pusat, tapi tetap harus libatkan pengusaha lokal. Ini penting supaya ada manfaat langsung bagi masyarakat NTT,” tegasnya.

Dengan pendekatan agresif dan komunikasi yang intensif dengan pemerintah pusat, Gubernur Melki berharap NTT dapat menjadi prioritas baru dalam realisasi anggaran nasional, menggantikan wilayah-wilayah lain yang gagal menyerap dana tersebut. (*)