“Kami pernah kekurangan anggaran, tapi kemudian dapat ratusan miliar setelah berhasil geser dana dari salah satu daerah di Kalimantan. Itu bukti bahwa NTT bisa jadi tempat realisasi anggaran yang sebelumnya gagal di daerah lain,” jelasnya.
Gubernur Melki menegaskan, pemerintah Provinsi NTT saat ini fokus pada beberapa sektor diantaranya pertanian, infrastruktur sungai, dan jembatan. Bersama balai-balai yang ada di NTT, pihaknya sedang bergerak cepat untuk mengejar dana dari pusat.
“Sekarang ini waktu krusial, karena kementerian dan lembaga pusat seperti PUPR sedang menyelesaikan target anggaran tahun ini. Pergeseran lokus program sangat memungkinkan, dan kami buru semua kesempatan itu,” katanya.
Gubernur Melki juga meminta agar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendapat proyek di NTT melibatkan kontraktor lokal dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan. Hal ini dinilainya penting untuk memastikan pemberdayaan pengusaha daerah dalam proyek-proyek nasional.
“Kita ikuti aturan main dari pusat, tapi tetap harus libatkan pengusaha lokal. Ini penting supaya ada manfaat langsung bagi masyarakat NTT,” tegasnya.



Tinggalkan Balasan