“Yang paling penting, proyek ini harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Baik bagi mereka yang terlibat dalam pekerjaan, maupun masyarakat di wilayah tempat proyek dilaksanakan,” tegasnya.

Gubernur juga mengenang saat-saat sulit ketika banyak pelaku usaha jasa konstruksi mengeluhkan kondisi efisiensi anggaran. Namun dengan tekad dan semangat pantang menyerah, kini situasi mulai membaik.

“Jangan menyerah, karena selalu ada terang di ujung jalan. Hari ini adalah buktinya,” katanya disambut tepuk tangan hadirin.

Selain jajaran PUPR, acara ini turut dihadiri oleh perwakilan DPRD, sektor jasa keuangan, kesehatan, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Politisi Partai Golkar itu berharap, dengan keterlibatan lintas sektor, proyek-proyek ini bisa dikawal dari awal perencanaan hingga pelaksanaan dan evaluasi akhir. Ia juga menambahkan bahwa akan ada pendampingan teknis dan pembekalan bagi para pihak yang terlibat.

“Saya berharap agar kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh stakeholder bisa mendorong tercapainya visi NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan,” terangnya.