Untuk itu, ia mengimbau seluruh tim, untuk menghargai kerja keras panitia, dengan cara mengikuti semua aturan yang telah ditentukan.
“Dalam TN ini ada 3 tahap yang kita lakukan. Yang pertama menjelaskan kembali tentang peraturan permainan dan peraturan pertandingan, kemudian nanti akan ada validasi pemain, ketiga kita undi untuk menentukan masuk di mana-mana pool-nya,” jelasnya.
Sebagai pemegang lisensi wasit nasional cabang olahraga tenis meja, dan pernah dipercayakan menjadi wasit PON, Johny Arif ingin agar dalam turnamen Bank NTT Open, pihaknya menggunakan aturan yang baku sesuai standar nasional.
Artinya, turnamen Bank NTT Open 2025 selain sebagai ajang lomba, juga bisa menjadi ajang untuk mengenal dan memahami aturan-aturan baku, dalam pertandingan tenis meja.
“Saya pribadi ingin mengenalkan aturan yang benar. Apalagi 2028 kita menjadi tuan rumah PON cabang olahraga tenis meja. Paling tidak kita memberikan pemahaman kepada atlet di usia U21. Mereka lagi bertumbuh dan mereka harus paham aturan permainan. Sehingga ketika mereka keluar bermain di luar NTT, mereka bisa pahan tentang aturan,” pungkasnya. (*)



Tinggalkan Balasan