Ambrosius menjelaskan, apabila pelayanan belum rampung hingga Sabtu malam, Disdikbud berkomitmen untuk melanjutkan pelayanan pada Minggu (27/7) mulai pukul 13.00 WITA, usai waktu ibadah.

Sebagai bentuk apresiasi dan kenyamanan bagi para guru, Disdikbud juga menyiapkan tempat menunggu yang nyaman lengkap dengan hidangan snack, teh, kopi, dan susu secara gratis.

Anggaran untuk pengadaan snack dan minuman pun tidak menggunakan dana APBD, tapi dari sumbangan pribadi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT.

Seluruh staf dari bidang guru, tenaga kependidikan, Dapodik, hingga keuangan turut dilibatkan untuk memastikan proses pelayanan terhadap para guru berjalan lancar dan efisien.

“Kami ingin memberikan pelayanan terbaik. Kami ingin para guru merasa nyaman, merasa dihargai, dan merasakan bahwa kantor ini adalah rumah besar mereka. Siapa pun guru dari sudut mana pun, harus merasa diterima dan dilayani dengan baik,” kata Ambrosius.

Langkah ini mendapat apresiasi luas dari para guru, yang merasa dihargai dan didukung oleh instansi yang menaungi mereka.